Ternyata Matematika Sangat
Penting di dunia Dari Hidup
Sampai Mati
Logika MATEMATIKA memang
menakjubkan :
" PERTAMA :
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 =
987654321
" KEDUA :
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 =
1111111111
" KETIGA :
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :
" KEEMPAT :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 =
12345654321
1111111 x 1111111 =
1234567654321
11111111 x 11111111 =
123456787654321
111111111 x 111111111 =
12345678987654321
Kurang hebat ?
Sekarang lihat ini :
Jika 101% dilihat dari sudut
pandangan Matematika, apakah
ia
sama dengan 100%, atau ia
LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang
berkata dia bisa memberi lebih
dari 100%, atau kita selalu dalam
situasi dimana seseorang ingin
kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai
101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula
matematika dibawah ini dapat
membantu memberi
jawabannya.
Jika
ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ
Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25 26
Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 +
18 + 19 + 1 = 99%
H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 +
11 = 99%
K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 +
7 + 5 = 96%
A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5
= 100%
Sikap diri atau ATTITUDE adalah
perkara utama untuk mencapai
100% dalam hidup kita.
Jika kita kerja keras sekalipun
tapi tidak ada ATTITUDE yang
positif
didalam diri, kita masih belum
mencapai 100%.
Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 +
15 + 4 = 101%
atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12
+ 12 + 1 + 8 = 101%
( artinya, Cinta & Kasih Sayank
ALLAH melampaui Segalanya...)
LOGIKA MATEMATIKA, SUBAHANNALAH
MENGAPA NABI MELARANG MENIUP AIR PANAS..??
Nabi melarang sahabatnya meniup
air panas yang
akan diminum. Beliau tidak
menerangkan tetapi
melarang keras hal tersebut.
Ternyata dalam
penelitian sains, air panas (H2O)
yang bertemu dengan
karbondioksida (CO2) yang
dihembuskan olehmulut,
maka akan menghasilkan
persenyawaan H2CO3 (asam
karbonat). Dan jika asam karbonat
itu masuk
dalamtubuh manusia,maka dapat
menyebabkan
penyakit jantung.
Subhanallah... rupanya itu
rahasianya...
Subhanallah, padahal di zaman dahulu blm ada iptek yg secanggih zaman sekarang. Lalu nikmat apa yg telah kau dustai?
Cara mengkhatam Al-Quran di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (pertama
kali) Al-
Qur’an sebagai petunjuk bagi
manusia
dan penjelasan-penjelasan
mengenai
petunjuk itu dan pembeda
(antara yang
hak dan yang batil) (Q.S Al-
Baqarah : 185)
Saya mendapatkan sms dari
teman saya
tentang cara mengkhatamkan
al-quran
baik dibulan ramadhan maupun
dibulan-
bulan yang lainnya.
Mengkhatam itu
sendiri artinya menamatkan,
menyelesaikan bacaan alquran
atau mengaji.
berikut ini adalah caranya :
* Niatkan semata-mata ibadah
karena
Allah
* Al-qur’an terdiri dari 30 juz
* Bulan hijriyah maksimal 30 hari
* Jadi 1 hari = 1 juz
* 1 juz dalam al-qur’an biasanya
terdiri dari 10 lembar
* 10 lembar di bagi kedalam 5
waktu
sholat Jadi, minimal 1 waktu
sholat setiap hari
kita membaca 2 lembar atau 4
halaman
alqur’an
Kabar Gembira
“Bacalah oleh kalian alquran
karena
sesungguhnya ia akan datang
pada hari
kiamat sebagai penolong bagi
yang
membacanya.” ( HR Muslim)
“Bacalah oleh kalian Az-
Zahrawayain,
yaitu surat Al-Baqarah dan
surat Ali-
Imran, karena sesungguhnya
kedua
surat itu akan datang seperti
dua
gumpalan awan, atau seperti dua
belukar hutan, atau seperti dua
kawanan burung yang berbulu
tebal
untuk menaungi pembacanya di
hari
kiamat.” (HR Muslim dan
Ahmad)
Ya Allah…
Sayangilah kami dengan Al-
Qur’an
Jadikanlah ia sebagai imam,
hidayah dan
rahmat bagi kami..
Ingatkanlah apa yang kami lupa
dari Al-
Qur’an, dan ajarilah apa yang
belum kami ketahui..
Berilah kami kemampuan utk
selalu
membacanya siang dan malam
KOMPETENSI 3
NASIHAT SYEKH ABDUL QADIR jAILANI TENTANG BEKAL PERJALANAN
"Orang yang beriman mempersiapkan bekal, sementara orang kafir bersenang-senang. Seorang Mukmin mempersiapkan bekal, karena dia sedang dalam perjalanan.
Baginya, sedikit harta dunia sudah cukup. Yang banyak justru dipersembahkannya untuk akhirat. Ia hanya membawa bekal sekadarnya seperti orang bepergian dan seukuran yang bisa dibawa.Segala sesuatu untuk di akhirat.
Imam Hasan Bashri mengatakan, "Seorang Mukmin cukup dengan sesuatu yang sedikit: segenggam kurma dan seteguk air.'
Orang beriman mengumpulkan tenaga, sedangkan orang munafik menghamburkan tenaga. Seorang Mukmin mengumpulkan tenaga karena masih di perjalanan, belum sampai di tempat tujuan. Ia tahu bahwa di tempat tujuan terdapat segala yang dibutuhkannya.
Sebaliknya, seorang munafik tidak punya rumah dan tujuan. Betapa banyak waktu terbuang sia-sia; Kalian menghabiskan usia tanpa ada maknanya. Aku melihat kalian menyalahgunakan kesempatan hidup di dunia.
Kalian menyalahgunakan agama. Berbaliklah! Dengan begitu kalian berada di jalan yang benar. Dunia tidaklah kekal bagi siap pun, termasuk kalian."
Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut.

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku".
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?".
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii!" -
"Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'alaihi wasahbihi wasallim.
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu di dunia,
tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.







